Written by JAMBESEWU
Posted in:
Silahkan berkunjung ke WWW.HERINOVIANTO.CO.ID klik

Inilah 3 fatwa "produk" Universitas Al Azhar Kairo yang menghebohkan sepanjang 2007: Yang pertama, fatwa mantan Ketua Jurusan Hadis Al-Azhar Dr Ezzat Athia tentang dibolehkannya wanita dewasa menyusui pria dewasa sekantor.
Lebih jelasnya, seorang wanita karir sekamar dengan pria dewasa sekarir di satu ruang kantor dianggap "khalwah" (berduaan), yang terlarang syariat. Agar menjadi halal, wanita itu boleh menyusui pria tersebut lima kali susuan, sehingga menjadi halal berduaan, namun tetap boleh menikah.
Fatwa itu mendapat tantangan besar dari ulama sedunia. Athia akhirnya diberhentikan dari ketua jurusan dan dosen. Pada akhirnya, ia secara resmi mencabut fatwa itu dan meminta maaf.
Fatwa kedua, yg dikeluarkan Sheikh Rasyad Hassan Khalil, mantan dekan Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Kairo, dimana membatalkan pernikahan sepasang suami-istri, yang melakukan hubungan badan dengan telanjang bulat, menimbulkan kemarahan besar sebagian besar ulama dan umat Islam.
Fatwa terakhir adalah tentang hukuman cambuk bagi wartawan, yang menyampaikan informasi menyesatkan alias tidak akurat, yang disampaikan secara pribadi oleh Sheikh Besar Al-Azhar Dr Muhammad Syaid Thanthawi.
http://ihsanul-amal.blogspot.com/PROFIL TPA NURUL YAQIN JAMBESEWU
TPA Nurul Yaqin didirikan pada tanggal 17 Juni Tahun 2005, yang diprakarsai oleh : Turmono, S.Pd.I
TPA ini sebenarnya sudah ada sejak lima tahun yang lalu, tapi karena berbagai faktor, TPA itu sering Bubar dan Pulih lagi seterusnya. Alhamdulillah Kami panjatkan Puji Syukur Kehadirat Alloh SWT. karena TPA Nurul Yaqin yang kami rintis Masih Tetap Eksis, Semoga seterusnya Amiin.
Kami sebagai Perintis sekaligus orang yang dituakan mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Kyai Juwahir sebagai Pengasuh Masjid Nurul yaqin
2. Bapak Sugeng Priyadi, selaku BKM dan Tokoh Masyarakat
3. Bapak Darisman, Munir, kasmireja dan Bapak Sarno selaku Tokoh Masyarakat jambesewu
4. Bapak Sunarto selaku kadus, dan Masyarakat pada umumnya.
5. Mamas Mimin sebagai Wakil Kepala TPA, yang banyak pengorbanannya, Semoga ikhlas mengamalkan ilmunya.
6. Mba Tanti, Sofi, Nung, Mas Sigit dan Anggota IRMANU Jambesewu, terima kasih atas pengorbanannya selama ini.
TPA nurul yaqin yang berlokasi di SD Negeri 02 Cilopadang, Memiliki Santri sekitar 70 Siswa, Kami berpesan atas nama pengurus, "Mari Kita Berjuang Mendidik Calon Generasi Yang Qur'ani"
" TPA NURUL YAQIN YESS ! "
Buka Bersama Tokoh MasyarakatTidak seperti Romadhon-romadhon tahun sebelumnya romadhon tahun 1429 H ini, pengurus TPA Nurul Yaqin Jambesewu membuat acara buka bersama tokoh masyarakat. Santri TPA juga sangat senang ketika ada acara sejenisnya. Acara diisi oleh anak-anak TPA sendiri kecuali sambutan dari Kepala TPA dan ari BKM dan Tokoh Masyarakat. Acara berlangsung spektakuler, ramai, wah pokoknya sulit dibayangkan dech…
Bunyi Bedug dan alunan gema adzan berkumandang menandakan kami harus menyegerakan untuk buka puasa. Dan dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah baru anak disuruh pulang. Akhirnya kami menghimbau kepada santri-santri TPA agar tetap giat belajar supaya jadi anak sholeh.
Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari
oleh : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-WathanEtika Bercanda
- Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam. Karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam, yang ahli baca al-Qur`an yang artimya:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: “Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman”. (At-Taubah: 65-66). - Hendaknya percandaan itu adalah benar tidak mengan-dung dusta. Dan hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
- Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya”. (HR. Ahmad dan Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).
- Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.
- Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain.
diambil dari: alsofwah.or.id
http://forum.dudung.net/index.php/topic,347.0.html
1 komentar:
Eheuuuuummmmmm
30 Maret 2010 pukul 20.53Ass.wr.wb numpang blajar mzzzz.......
ohhh hrus punya blogg,ih meni repot
heee.....
Posting Komentar